Tugas Akhir Teknik Sipil

Tugas akhir teknik sipil ataupun skripsi merupakan suatu istilah yang dipergunakan di Indonesia yang mengilustrasikan suatu karya ilmiah berupa paparan sebuah tulisan hasil dari penelitian sarjana S1 yang menbahas suatu permasalahan/fenomena dalam bidang pengetahuan tertentu yang mengunakan kaidah-kaidah yang berlaku.

Disamping itu ada tujuan daripada Tugas Akhir atau skripsi yaitu agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, yang sesuai dengan bidang ilmunya sendiri. Dalam kemampuannya mahasiswa menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan dan keterampilan dalam memahami, menganalisis, mengambarkan , dan menjelaskan masalah yang berhubungan dengan bidang ilmu yang diambilnya.

Mengapa harus menulis skripsi , ini merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan gelar sarjana S1 di setiap Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Indonesia.

Proses penyusunan  Skripi tidak sama dengan penyusuanan skripsi antara univesitas yang satu dengan universitas yang lainya. Ada kaidah dan peraturan untuk proses menyusun suatu skripsi yaitu:
  • Penelitian judul skripsi
  • Pengajuan proposal skripsi
  • Seminar proposal
  • Penelitian
  • Mempersentasikan hasil karya ilmiah kepada Dosen penguji ( Sidang Tugas Akhir )
  • Karya ilmiah yang di terima dosen penguji diterima dengan revisi, dan melakukan proses revisi sesuai dengan masukan dari dosen penguji.
Ada beberapa contoh judul yang dapat dilakukan oleh mahasiswa teknik sipil diantaranya adalah:
  1. Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Transportasi Penduduk Kerja Di Kecamatan Sukmajaya Depok Menuju Tempat Kerja Dengan Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Proses.
  2. Analisa Kepadatan Kendaraan Dijalan Raya Kendungturi Hingga Jalan Raya Kletek Sidoarjo Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis.
  3. Analisis Kinerja Struktur Pada Bangunan Bertingkat Tidak Beraturan Dengan Analisis Dinamaik Menggunakan Metode Analisis Respons spektrum.
  4. Analisis Hubungan Rasio Volume Per Kapasitas Dan Angka Kecelakaan Lalulintas Di Jalan Pantura Kabupaten Brebes.
  5. Analisis Kelayakan Pembangunan Bandar Udara Notohadi Negoro Jember Ditinjau Dari Segi Finansial.
  6. Analisa Keretakan Struktur Pelat Lantai Kaki Seribu Pada Jembatan Kali Tenggang Jalan Arteri Utara Semarang.
  7. Evaluasi Pembangunan Perumahan Grand Renon Prime Residence.
  8. Pengaruh Mata Pelajaran Produktif Dan Praktik Kerja Lapangan Terhadap Kesiapan Menjadi Tenaga Kerja Indusri Jasa Konstruksi Siswa Kelas XI Jurusan Bangunan Progaram Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 2 Yogyakarta.
  9. Pengaruh Pembangunan Underpass Simpang Mabes Polri Terhadap Jalan Sultan Hasanudin Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
  10. Perencanaan Pengolahan Air Bersih Kecamatan Perbaungan.

10 Contoh Judul Tugas Akhir diatas merupakan hasil penelitian dan penulisan oleh mahasiswa yang berbeda kampus , masih banyak contoh judul yang belum dipaparkan oleh Ilmu teknik sipil indonesia , Ikuti artikel terbaru dari Itsi. Dengan Updaten artikel setiap hari anda bisa mendapatkan artikel gratis dengan mengikuti melalui email anda, Semoga Bermanfaat terimah kasih atas kunjungan anda.

Menentukan Beda Tinggi Dalam Waterpass

Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan pengukuran adalah sebagai beerikut:
- Garis bidik teropong harus sejajar dengan garis nivo
- Garis arah nivo harus tegak lurus pada sumbu pertama
- Garis mendatar diafragma hasrus tegak lurus pada sumbu pertama

Sistem pembacaan baak ukur melakukan posisi pembacaan pada saat:
- Benang nivo mendatar di tengah-tengah
- Benang vertikal berhempit dengan garis tengah rampu
- Benang datar diafragma tegak lurus sumbu pertama
- Rambu dalam sumbu vertikal ( tegak lurus )
- Nivo harus dalam posisi koinsudensi


Pada bagian waterpass terdapat beberapa fungsi yang kegunaannya berbeda yaitu:
  1. Lensa Objektif merupakan untuk melihat / membentuk banyangan dari objek yang baik
  2. Nivo merupakan untuk mengetahui bahwa kedua garis yakni garis bidik dan sumbu mekanis suatu dalam keadaan horizontal
  3. Skrup pengatur nivo merupakan untuk mengatur bidang nivo agar datar tegak lurus pada sumbu pertama
  4. Lensa Okuler merupakan untuk melihat bayangan silang pada bak ukur yang menjadi benda ( bacaan benang baak ) yang terlihat atau jatuh pada fokus mata.
  5. Skrup pengatur lensa objektif merupakan untuk mengatur pembentukan bayangan agar sasaran atau baak ukur terlihat jelas.
  6. Skrup pengatur halus merupakan untuk memutar waterpass secara halus ke arah sasaran sehingga garis silang diafragma berada tepat di baak ukur.
  7. Skrup pengatur bidikan merupakan merupakan untuk memperjelas pembentukan bayangan benang silang diafragma pada waterpass
Inilah sedikit keterangan tentang bagaimana menetukan beda tinggi dalam waterpas, ilmu teknik sipil indonesia mengucapkan terimah kasih telah membaca artikel kami semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.