Dalam melaksanakan pekerjaan proyek konstruksi tentu harus menggunakan metode kerja supaya bisa menjadi acuan yang dapat mempermudah cara kerja serta juga mengurangi resiko resiko yang bisa terjadi dilapangan, dalam hal ini saya akan membahas tentang bagaimana cara atau metode kerja pengangkatan, pengangkutan dan perletakan tiang pancang (spun pile).
Salah satu contoh pekerjaan proyek konstruksi yang membutuhkan banyak tiang pancang (spun pile ) adalah proyek jalan tol atau proyek infrastruktur lainnya yang memakai material ini. Tentu setiap proyek yang dilaksanakan menggunakan metode kerja, Hal yang perlu diketahui dalam hal ini antara lain sebagai berikut:
Alat / Material
Mobile Crane
Balok Kayu Uk. 6/12 ; Jenis Kayu: Meranti / setera
Sling baja (alat pengikat)
Proses Pekerjaan Pengangkatan dan pengangkutan
Kayu ganjal Uk. 6/12 ; Jenis Kayu : Meranti / setara ; diletakkan disetiap 3 m - 4 m
Ikatan harus kuat dan kencang.
Rantai harus mempunyai faktor keamanan (FS) 3
Jumlah tumpukan tidak boleh melebihi kapasitas alat angkut dan peraturan lalu lintas.
Tiang Pancang Bulat yang lebih pendek atau diameter lebih kecil diletakkan diatas.
Jika diperlukan boleh disusun dalam bentuk piramida.
Di bagian samping Tiang Pancang Bulat diberi ganjal kayu segitiga / baji (Semua produk)
Produk harus bertumpu merata pada semua balok ganjal, dengan posisi balok kayu sejajar.
Perletakan atau Penumpukan di Stocyard
Dasar tanah harus rata dan padat (compacted soil) atau menggunakan balok kayu sebagai perata jika kondisi dasar tanah tidak rata
Kayu Ganjal Uk. 6/12; Jenis Kayu : Meranti/setara; Diletakkan disetiap 3m – 4m
Posisi Kayu di letakkan Lurus Vertikal dari atas sampai ke bawah tumpukan
Di bagian samping Tiang Pancang Bulat diberi ganjal kayu segitiga / baji (Semua produk).
Maksimum tumpukan untuk tiang pancang di stockyard:
Diameter tiang 60 cm; Panjang Tiang Pancang 15 m; Berat 5.90 Ton = Maksimum 3 tumpuka
Diameter tiang 60 cm; Panjang Tiang Pancang 10 m; Berat 3.90 Ton = Maksimum 3 tumpukan
Pengendalian Mutu
Memastikan semua pengangkatan, pengangkutan dan perletakan sesuai dengan prosedur.
Memastikan material sudah terverifikasi oleh pengawas/konsultan/direksi.
Melaksanakan pemeriksaan kondisi lahan stockyard rata sebelum dilakukan penurunan material.
Memeriksa ada/tidaknya cacat mutu material yang dikirimkan sampai dengan ke lokasi kerja.
Proses K3L Dijalankan dan diimplementasikan
K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Memastikan semua personil dan pekerja sudah di induksi oleh subkon tersebut dan pelaksnaan terkait.
Peralatan dan alat bantu sudah di check terlebih dahulu.
Ijin kerja sesuai dengan lokasi yang dikerjakan.
Metode kerja sesuai dengan di approval.
Inspeksi dan pengawasan terhadap norma K3 dilakukan dengan baik dan di dokumentasikan.
Pastikan semua yang bekerja pada lokasi tersebut sudah dilengkapi dengan APD yang sesuai.
Pastikan rambu-rambu terpasang sesuai jenisnya.
Environmental (Lingkuangan)
Sebelum dan sesudah selesai bekerja lokasi, alat dan material dirapikan kembali.
Parkir dan standby alat dan personel di tempat yang sudah aman.
House keeping dan kebersihan lokasi pekerjaan terpelihara sesuai dengan 5R.
Tidak ada tumpahan oli, minyak, dan grace ke dalam tanah langsung.
Jadwal pemeliharaan dan maintenance lokasi kerja alat terlaksana dengan baik di record/di dokumentasikan.
Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat metode kerja pengangkatan, pengankutan, dan perletakan tiang pancang (spun pile), semoga artikel ini dapat membantu teman teman sekalian salam sipil.
PCM – Pre Construction Meeting, banyak hal yang dapat membantu kendala atau permasalahan permasalahan yang terjadi didalam sebuah proyek. Dalam setiap pekerjaan konstruksi ada yang dikenal dengan adanya PCM atau singkatan dari Pre Construktion Meeting merupakan suatu pertemuan atau rapat yang dilaksanakan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, oleh pihak yang terkait dalam yang terlibat dalam mengambil keputusan.
Ketika SMPK atau Surat Perintah Mulai Kerja diterbitkan maka rapat PCM sudah dapat dilaksanakan dengan hasil rapat Pre Construction Meeting dapat berupa Berita Acara dan ditanda tangan dari jajaran Direksi, wakil dan penyedia jasa.
Dalam pekerjan konstruksi tentu didalamnya terdapat pihak sebagai pengawas teknis, penyedia jasa, yang dapat berkoordinasi setelah melaksanakan Pcm (Pre Construction Meeting) dengan membuat suatu Tindakan kesepakatan Bersama Ketika ada hal yang belum terdapat didalam kontrak yang kemungkinan harus dilaksanakan dilapangan.
Beberapa hal yang perlu di tuangkan dalam rapat PCM (Pre Construction Meeting)
Struktur organisasi
Menentukan jadwal sosialisasi terhadap masyarakat atau pemerintah setempat dengan adanya pekerjaan didaerah tersebut
Persetujuan mobilisasi
Penyampaian konsultan supervisi tentang pengawasan
Prosedur laporan pekerjaan harian, mingguan , dan bulanan
Pembahasan tentang masalah – masalah yang mungkin terjadi dilapangan
Menentukan metode metode terkait pekerjaan dilapangan
Menentukan tahap atau alur admistrasi pembayaran
Memberlakukan ijin kerja (request) baik material maupun metode kerja yang akan dilaksanakan.
Membahas dan memperkenalkan setiap pihak yang terkait didalam pelaksanakan pekerjaan
Membahas metode pengukuran dilapangan
Metode pembuatan dokumentasi
Membahas tentang bagaimana prosedur pergantian personil yang sudah ada di struktur organisasi
Membahas persetujuan volume dan perhitungan pekerjaan
Membahas hal - hal yang perlu ketika belum tercantum di dalam kontrak
Membahas dan menetapkan pelaksanaan sesuai dengan time schedule
Intinya dengan adanya rapat PCM (pre construction Meeting) akan sangat membantu untuk memulai pelaksanakan pekerjaan, disini pihak pihak yang terkait akan lebih mengenal satu sama lain, untuk berkoordinasi mengenai pekerjaan selanjutnya.
Inilah sedikit tentang pengertian pcm pre construction meeting dalam sebuah pekerjaan konstruksi semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari artikel tentang apa itu PCM terima kasih
Desain rumah minimalis 3 kamar tidur dengan ukuran 7x13 meter, desain rumah memiliki 3 kamar tidur dan 3 kamar mandi 1 kamar tidur utama yang didalam ada kamar mandi. desain rumah ini didesain sedemikian rupa untuk membuat desain lebih elegan dan minimalis dan nyaman dihuni.
Mungkin ada yang bertanya tentang bagaimana contoh desain rumah minimalis pada lahan yang berukuran 7x13 meter, jika kalian memiliki lahan yang hampir sama dengan lahan ini atau memang lahannya sama berukuran 7x13 meter, kalian bisa lihat contoh desain ini, yang bisa mengispirasi rumah impian kalian.
Denah rumah minimalis 7x13 meter
Denah rumah minimalis dibawah ini menggambarkan tampak dari atas dengan ukuran yang sudah tertera pada gambar, kita bisa melihat pada lahan berukuran 7x13 meter ini bisa memiliki 3 kamar tidur dengan catatan lahan yang sisa sebagai halaman itu tinggal sedikit.
Tampak Rumah Minimalis 3d View
Nah pada gambar dibawah ini adalah tampak yang sudah 3d dari gambar denah diatas, secara tampak atas kalau anda belum bisa membayangkan bagaimana tampak depan rumah nya baik dari sisi kiri maupun kanan , anda bisa melihat nya pada gambar dibawah ini.
Tampak Depan
Tampak Depan Sisi Kanan
Tampak Depan Sisi Kiri
Itulah contoh desain rumah minimalis dengan ukuran 7x13 meter semoga dapat menjadi sumber inspirasi bagi anda yang sedang mencari contoh desan rumah minimalis dengan biaya murah dan tampil mewah dan elegan.
Halo sahabat semua, kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara mendesain rumah minimalis impian dengan cara kita sendiri, banyak orang keliru dalam mendesain rumah sehingga pada saat pembangunan atau pekerjaan proyeknya gagal bahkan harus dibongkar karena tidak sesuai keinginan jadi supaya hal itu tidak terjadi disini saya akan memberikan beberapa tips untuk teman teman semua bagaimana cara mendesain rumah impian sendiri dan juga seberapa besarkah biaya yang akan di keluarkan dalam membangun rumah impian? Berikut tips nya :
Buat Sketsa atau Denah
Sketsa dan denah sangat lah penting dalam membuat atau merancang desain rumah, hal yang awal dilakukan adalah membuat denah, contoh kalian sudah punya lahan dengan ukuran lahan 6x14 m disini perlu di ingat membuat denah dengan lahan 6x14 kalian tidak perlu membuat bangunan penuh dengan ukuran seperti itu artinya kalian harus sisakan 2.5 – 3 meter di depan rumah guna untuk lahan parkir atau garasi dan teras taman rumah impian kalian, misal kalian bisa merancang desain rumah minimalis dengan ukura lebar 6 x 9 meter, artinya sisakan di depan 3 meter dan 2 meter di belakang.
Ruangan
Hal yang paling peting adalah membuat ruangan, setiap ruangan tidak perlu banyak ruangan yang memang tidak bermanfaat atau seperti gudang, rumah minimalis tidak perlu membuat gudang yang akan memakan tempat sehingga rumah jadi keliahatan sempit dan tidak luas, misal ukuran rumah 6x9 meter untuk minimalis atau desain rumah minimalis ukuran 6x7 meter, anda bisa membuat ruangan dengan 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi. 1 kamar mandi bisa kalian buat di kamar utama dengan ukuran 4x3 m dan kamar 1 lagi ukuran 3x3 m lalu untuk rungan tamu dan rungan keluarga serta dapu gunakan lahan yang masih sisa.
Atap Rumah
Kalau untuk atap rumah kalian harus mempertimbangan sesuai dengan budget yang kalian punya, apakah kalian mengunakan rangka ata kayu atau rangka atap dengan mengunakan baja ringan, dari segi biaya rangka atap kayu lebih mahal dari rangka atap baja ringan, kalua dari segi ketahanan rangka atap kayu lebih mudah rusak karena resikonya dimakan rayap disbanding dengan rangka atap baja ringan, saran saya gunakan rangka atap baja ringan yang lebih banyak di gunakan pada saat masa modern saat ini selain harga masih terjangkau dan ketahanan nya juga lama.
Dari tiga tips desain rumah diatas mungkin bisa membantu kalian dalam membangun rumah impian kalian sendiri, semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang mau membangun rumah minimalis dengan mendesain rumah impian kalian sendiri. Untuk artikel selanjutnya saya akan lampirkan contoh denah rumah minimais berserta rungan yang lengkap dan rangka atap rumah minimalis, jangan lupa mampir lagi semoga bermanfaat.
Desain
rumah merupakanacuan kitauntuk mewujudkan
rumah impianyang tentunya nyamandantidakmembosankanketikakitamenempatinya.Melaluidesainrumahyangkita pilih
sangat menentukan kenyamanan
dan rasa ingin
tinggal kita
di rumah kita yang
akan
dibangun,tentunyadesainterserbutsangatmengacupadapenentuandesaindanmateriyang akandikeluarkan.Dan,banyaktema
yangbisa diterapkandalam
pemilihandesainrumahyang sederhana tapitidakmembutukanbanyakbiayayangsangattinggi.
Tematema
tersebut
mempunyai karekteristiktersendiri
danmempunyaigaya tersendiri.Selainkenyamananharusnya setiapsudut sudutrumah berkaitandanmendukungsetiapaktivitasyangkitalakukansetiaphari dirumah.Laluapasalahsatutemadesainyangbisakitaterapkandalammenentukandesain rumahkita?Salahsatunyaadalahdesain rumah minimalisukuran6x6
dengan2 kamar.
Bagaimanagambaran rumah minimalistersebut?
1. Kesederhanaan
ruangan ukuran 6x6
mdengan
2 kamar
Denganukuran6x6tata
ruangyangdimiliki sangatpolosdanefisiendenganvolome ruangyang
terbagitetapi
sangat
sederhana.Volome
tersebut
dibagi antara
kamar,ruangtamudandapurdan
kamar mandi.
2. Kesederhanan
jendelakaca
Jendela yangdigunakan
ada di diempat titikdenganjendela
kaca
dua pintu,tentunya iniakan menambahkesejukandalam rumahkarenabanyaknya jalanudarayangmasukdalam
rumahdan
jendelakaca memberikan nuansapemandanganluaryang terlihatdaridalamrumah.
3. Penempatan letak
Penempatanletakrumahsangatmudah
dantidakmengganguaktivitasdanjalannyapekerjaan kita
sehariseharidanluasnya
ruangandanpekaranganyangsisa bisauntuktanamanbunga
dan
cukup untuk bersantaimenikmatiirumah kitasendiri. Desainini sangat di
rekomedasikanuntukpembangunanrumah minimalis tanpa
pengeluaranbiaya yangbanyaktapi mewahdanlayakuntukdi
tempati.Tertarikdengandesain
tersebutsangatrekomendasiuntuk biayayangtidakmahal.
Desain rumah minimalis, dengan ukuran 6x7 meter , rumah ini didesain dengan metode pembangunan dari awal sampai akhir untuk itu anda harus benar benar memperhatikan bagaimana desain rumah ukuran 6x7 meter ini di rancang oleh insinyur.
Desain ini memiliki 2 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 kamar mandi dan dapur, pada tahap pertama dalam pekerjaan konstruksi, menyiapkan lahan untuk membangun rumah dengan ukuran lah lebih atau sama dengan ukuran 6x7 meter.
Selanjutnya mengukur lahan untuk melakukan penggalian pondasi anda bisa menarik benang supaya hasil galian pondasi sejajar dengan ukuran yang telah di tentukan.
Setelah galian tanah pondasi selesai maka pekerjaan selanjutnya adalah memasang pasangan batu kali sebagai pondasi dasar bangunan rumah.
Ketika pondasi selesai maka pekerjaan selanjutnya adalah penulangan dengan mengunakan besi diameter 0.39 inci dan besi diameter 0.47 inci, anda bisa melihat bagaimana perletakan besih sloof dan besi balok.
Setelah pekerjaan sloof di cor dan penulangan kolom selesai maka selanjutnya adalah pekerjaan dinding, pada desain rumah ini kita menggunakan bahan material batu bata merah bisa anda lihat sebagai berikut.
Pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan kusen, rumah ini didesain dengan 7 jendela dan 5 pintu, pemasangan kusen setelah sebagian pekerjaan dinding selesai dan kusen bisa di pasang dengan bantuan papan atau kayu sebagai bekisting kusen jendela dan pintu.
begitu juga dengan kolom , sebelum pekerjaan kolom di cor beton anda juga perlu membuat bekisting menggunakan papan dan lanjut dengan pekerjaan dinding batu bata.
kemudiaan lakukan pengecoran beton pada kolom, setelah batu bata dan kusen terpasang dan pengecoran kolom selesai, maka bekisting bisa di lepas dari bangunan.
Selanjutnya anda bisa lansung melanjutkan pekerjaan lantai, pada lapis pertama anda bisa menimbun dengan tanah, lalu timbunan dengan pasir atau sirtu sebagai lapisan untuk lantai pada saat pemasangan keramik.
lalu pekerjaan pemasangan daun pintu dan jendela pada masing masing kusen yang sudah terpasang, anda bisa memilih jenis daun pintu dan jendela sesuai dengan kebutuhan anda.
Pekerjaan selanjutnya memasang bekisting untuk pemasangan penulangan ring balok, ring balok bisa di cor setelah semua pemasangan bekisting dan pembesian ring balok telah selesai, kalau pengecoran ring balok sudah selesai makan bekisting dapat di lepas dari bangunan.
Pekerjaan selanjutnya adalah pekerjaan untuk dinding atap, pada desain rumah minimalis ini , dinding atap menggunakan batu bata, dengan bentuk segitiga, dan untuk rangka atap mengunakan kayu, anda bisa memilih menggunakan rangka atap kayu atau baja ringan, sebelum pekerjaan atap kita bisa membuat untuk rangka plafond terlebih dahulu, setelah itu atap bisa dipasang.
Pekerjaan selanjutnya plester dinding dengan campuran semen dan pasir, lalu dinding di cat sesuai dengan selera anda, pada desain rumah minimalis kali ini kita menggunakan warna cat dominan adalah cat berwarna putih dengan perpaduan warna abu abu.
Inilah desain rumah minimalis dengan ukuran rumah 6x7 meter, semoga desain ini dapat membantu anda menemukan referensi untuk membangun rumah impian anda.
Kita sering mempertanyakan bagaimana manusia membangun atau mendirikan bangunan kokoh dan bersejarah seperti Piramida Mesir, Candi Borobudur, hingga Tembok Raksasa Cina? Apakah jaman sebelum masehi dahulu sudah ditemukan bahan campuran perekat beton seperti semen?
Disebutkan dari berbagai situs resmi dan terpercaya bahwa tidak satupun bangunan diatas menggunakan teknologi bahan perekat modern seperti semen atau aspal, lalu kita pertanyakan kembali bagaimana leluhur manusia menemukan cara mendirikan bangunan kokoh tanpa bahan perekat atau semen? Berikut adalah jawaban penulis:
Teknik Batu Tersusun
Teknik Batu Tersusun (Tanpa Perekat) adalah menyusun batu yang sudah dibentuk terlebih dahulu untuk kemudian dipasangkan dan disusun sesuai pola yang saling terkait, beberapa bangunan bersejarah yang menggunankan teknik ini adalah seperti Piramida Giza di Mesir, dan Candi Borobudur di Indonesia. Teknik penyusunan ini mirip seperti permainan susun Lego. Menurut kami kelemahan dari menggunakan teknik ini adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membangun terlalu banyak, dikarenakan batu yang akan disusun harus saling terkait satu sama lain ditambah proses memahat dalam pembentukan batu.
Campuran Batu Kapur
Campuran Batu Kapur atau Batu gamping adalah teknologi perekat pertama yang ditemukan manusia untuk mendirikan bangunan, beberapa sumber menyebutkan Batu Kapur yang telah dipecahkan menjadi serbuk kecil kemudian dicampurkan dengan air laut, campuran kedua bahan tersebut dipercaya dapat merekatkan material bangunan lain, yang kemudian inilah cikal bakal penemuan Semen. teknik ini banyak dilihat dari peninggalan sejarah di wilayah Eropa seperti Romawi kuno dan Yunani Kuno.
Campuran Putih Telur
Salah satu bangunan bersejarah yang menggunakan teknik ini ditemukan ada di Indonesia, yaitu Masjid Raya Sultan, Provinsi Riau.
Campuran Semen (Era Modern)
Ilmuwan asal Britania Raya bernama Joseph Aspdin berhasil menemukan bahan perekat paling banyak dipakai hingga sekarang. Batu Kapur atau Batu Gamping yang telah dipecahkan menjadi serbuk kecil dicampur dengan serbuk tanah liat, kemudian campuran bahan tersebut dibakar dalam wadah sampai kandungan zat karbondioksida dihilangkan. Dan dia menyebutnya semen portland dinamai sesuai dengan batu bangunan berkualitas tinggi yang digali di Portland, Inggris.
Metode kerja untuk pembersihan lokasi proyek merupakan tahap awal dalam berjalannya suatu proyek dimana dalam pengertian pembersihan lahan dalam suatu proyek adalah suatu metode pelaksanaan untuk persiapan pekerjaan untuk selanjutnya.
Dalam setiap kegiatan proyek manapun baik proyek gedung, proyek jalan tol, bendungan haruslah ada pembersihan lapangan terlebih dahulu, oleh karena itu dengan manfaat metode kerja sangat penting untuk tujuan agar proyek dapat berjalan dengan lancar, berikut ini contoh metode kerja pembersihan lokasi proyek yang berlokasi darat dan rawa untuk jalan tol.
1. Pekerjaan Persiapan
Pengukuran dan setting out lokasi yang akan dikerjakan.
Mengajukan gambar kerja & kuantitas pekerjaan kepada Pengawas / Direksi/ Konsultan untuk mendapat persetujuan.
Apabila tidak disetujui maka kontraktor harus merevisi usulan gambar kerja dan kuantitas pekerjaan untuk kemudian diajukan kembali.
Apabila disetujui maka pelaksanaan pekerjaan bisa dimulai : yaitu pembersihan seluruh area yang sudah dibersihkan.
2. Pekerjaan Pembersihan
A. Pembersihan trase area darat
Bila di daerah itu hanya ditumbuhi oleh semak-semak dan pohon-pohon yang diameternya < 10 cm, cukup langsung didorong dengan menggunakan dozer ataupun excavator.
Pembuangan lapisan tanah permukaan hanya mencakup lapisan tanah subur bagi tumbuhan dan maksimal tebal galian 30 cm.
Hasil kupasan tanah akan di angkut menggunakan dumptruck dan dibuang ke disposal area bekas galian dari quarry borrow material untuk timbunan yang telah di setujui oleh pengawas/direksi/konsultan.
B. Pembersihan trase area rawa
Untuk pembersihan trase area rawa menggunakan excavator long arm yang dikombinasikan dengan ponton (apabila kondisi lapangan memungkinkan menggunakan ponton).
Pembuangan / pembersihan area mencakup tanaman air (rawa), akar-akar, ataupun berbagai macam kotoran organik dan anorganik yang mengganggu proses pekerjaan.
Hasil pembersihan pertama akan di letakkan sementara di sekitar kanan dan kiri dari trase tol kemudian akan dibuang ke area disposal area yang telah di setujui oleh pengawas/direksi/konsultan.
Pembersihan trase area rawa
Untuk pembersihan trase area rawa menggunakan excavator long arm yang dikombinasikan dengan ponton (apabila kondisi lapangan memungkinkan menggunakan ponton).
Pembuangan / pembersihan area mencakup tanaman air (rawa), akar-akar, ataupun berbagai macam kotoran organik dan anorganik yang mengganggu proses pekerjaan.
Hasil pembersihan pertama akan di letakkan sementara di sekitar kanan dan kiri dari trase tol kemudian akan dibuang ke area disposal area yang telah di setujui oleh pengawas/direksi/konsultan.
Inilah salah satu contoh metode pelaksanaan pembersihan lahan proyek yang dapat digunakan dalam sebuah proyek mudah-mudahan dapat bermanfaat salam sipil dan salam proyek.
Proses Pekerjaan Rigid Pavement harus mengunakan metode kerja dan gambar rencana kerja yang sudah di setuju, untuk pekerjaan perkerasan beton rigid pavement merupakan salah satu perkerasan yang banyak digunakan di jalan termasuk jalan tol, berikut ini adalah contoh metode kerja dalam pekerjaan rigid pavement ataupun pekerasan kaku, semoga bermanfaat.
A. Pekerjaan Lean Concrete
1. Pekerjaan Persiapan
Cek elevasi dasar LC kemudian memasang cetakan / bekisting samping untuk stop cor (tebal 10 cm), kemudian dilakukan pemasangan plastic sheet diatas agregat A sebelum dilakukan penuangan Lean Concrete. Bila diperlukan sambungan plastic sheet, maka harus dibuat overlaping sekurang kurangnya harus 300 mm.
2. Pekerjaan Pengecoran
Setelah cetakan samping untuk stop cor siap, truck mixer siap menuangkan Lean Concrete mutu kelas E, kemudian sambil diratakan hingga top elevasi LC. Toleransi LC terhadap elevasi rencana top LC adalah ±5 mm. Sambungan longitudinal harus berjarak sekurang kurangnya 20 cm dari sambungan longitudinal perkerasan beton yang dihampar diatasnya.
3. Pekerjaan Curing
Dilakukan pekerjaan perataan permukaan secara manual dengan alat bantu kerja. Kemudian seluruh permukaan disemprot air secara kontinyu, dan kondisi kelembaban dijaga agar tetap selama masa perawatan.
B. Pekerjaan Rigid Pavement
Setelah dilakukan pekerjaan Lean Concrete, serta telah dilakukan Trial Mix beton untuk beton rigid maka dilakukan persiapan untuk marking area rigid dan cek elevasi untuk batas cor. Pekerjaan perkerasan rigid dengan menggunakan bahan beton Kelas B dengan ketebalan sesuai ketentuan gambar.
Pengecoran dilakukan dengan cara cor langsung ditempat (Cast In Situ) dengan alat Concrete Paver sepanjang arah jalan/lajur per segmennya dengan antar segmen dihubungkan dengan dowel arah melintang dan tie bar pada arah memanjangnya.
Tahapam pekerjaan rigid pavement sebagai berikut :
1. Pekerjaan persiapan
Persiapan Peralatan Concrete Paver
Concrete Paver di setting sesuai lebar segmen perkerasan.
Pemasangan String Line
Setelah cek elevasi dasar top LC, kemudian dilakukan pemasangan string line untuk sensor concrete paver dan pemasangan sling baja dengan control pengukuran. Jarak string line 1 meter dari lebar segmen perkerasan.
2. Pemasangan Micron Plastic
Persiapan daerah penghamparan rigid pavement, dilakukan pemasangan micron plastic/plastik tipis tebal 125mm micron untuk memisahkan lantai kerja dan beton rigid. Plastik tersebut dipasang tepat di atas lean concrete (LC) yang berfungsi untuk mencegah kelekatan antara beton dengan LC dan proses shrinkage beton tidak terganggu lapisan dibawahnya. Bila diperlukan sambungan, maka harus dibuat overlapping sekurang-kurangnya harus 300 mm.
3. Pekerjaan Penulangan Dowel dan Tie Bar
a. Dilakukan fabrikasi tulangan dowel dan Tie Bar dilokasi dengan menggunakan bar bender dan bar cutter dengan resibon sesuai dengan ukuran dan spesifikasi yang disyaratkan dalam gambar.
b. Pemasangan Dowel Bar
- Pemasangan dudukan dowel dari besi tulangan D12 mm dan perletakan dowel di atas dudukan dengan satu ujung terikat (dengan kawat bendrat), satu ujung bebas. Untuk menghindari terjadi geser saat pengecoran maka dudukan dowel dipasang angkur seperti gambar.
c. Pemasangan dowel pada dudukan, jarak antar dowel harus dipastikan sesuai pada gambar.
- Pengecatan anti karat pada ujung bebas (move), sedangkan pada ujung fix tidak dicat. Pemasangan Tie Bar
Pemasangan tulangan tie bar dilakukan secara mekanis dengan Alat Concrete Paver pada saat penghamparan dan pemadatan beton. Sambungan Tie bar dipasang pada arah memanjang antar segmen dengan jarak antar tulangan 75 cm.
d. Pengecoran
Pasang bekisting baja untuk batas cor, cek kelurusan dan ketinggian. Luasan pengecoran harus meperhatikan kapasitas truck mixer. Material pengecoran harus melewati rangkaian trial mix dulu sebelum dilakukan pengecoran.
Pengecoran dilakukan dengan supply beton yang dilakukan secara berkesinambungan sebelum terjadi ikatan awal pada beton.
Jangka waktu sejak beton dibuat sampai dihampar max 45 menit (beton normal) atau maksimal 5 meter panjang ke depan dari mesin concrete paver, agar yang di hampar masih dibawah durasi ikatan awal / menghindari terjadinya dumping.
Beton yang digunakan yaitu beton mutu kelas P. tinggi jatuh adukan beton disarankan 0,9 m – 1,5 m.
Penghamparan, perataan serta pemadatan beton dilakukan dengan concrete paver. Kalibrasi alat harus dipastikan dan dilakukan control kecepatan penghamparan. Ketebalan perkerasan rigid (30 cm) dan elevasi top finish rencana harus sangat diperhatikan.
Stop cor beton rigid harus diperhatikan dengan benar supaya tidak bergeser ataupun lepas.
Slump beton yang disyaratkan maksimum 5 cm.
e. Pelaksanaan Finishing Permukaan Rigid Pavement
Perataan secara manual dilakukan dibelakang mesin concrete paver kemudian dilakukan grooving permukaan beton / texturing. Dilakukan secara manual dengan menggunakan grooving tool pada arah melintang dengan jarak 1.5 cm, kedalaman alur sampai 4 mm.
Curing beton awal dilakukan dengan curing compound pada permukaan beton. Kemudian curing kedua dilakukan dengan menggunakan geotekstil basah yang disiram selama 3 hari sekali selama 7 hari.
Cutting Rigid Pavement
Dilakukan cutting pada beton 12 jam setelah cor, dan tidak melebihi 18 jam dari pemadatan akhir dengan kedalaman 75 mm per jarak 5 meter.
Joint Sealant
Setelah permukaan rigid dipotong menggunakan concrete cutter, celah hasil cutting diisi dengan joint sealant yang merupakan thermoplastic, untuk mencegah masuknya kotoran dan terjadinya pumping. Lubang harus bersih dan kering. Pekerjaan joint sealant pada sambungan dilakukan pada saat perkerasan beton memenuhi masa curing berumur kurang dari 1 minggu. Pada saat pembakaran sealant dipastikan temperatur penuangan sealant berada pada suhu 160°C – 170°C.
Berikut tahapan pekerjaan joint sealant.Adapun tahapan pelaksanaan pekerjaan joint sealant adalah sebagai berikut: Marking posisi dilatasi dan Pemotongan rigid pavement sedalam 75mm & pasang joint sealant
Joint Filler
Pada sambungan segmen yang menggunakan sambungan tipe TJ-3A dan TJ-3B diperlukan pemasangan joint filler. Pastikan kerataan di akhir segmen yang akan menggunakan sambungan TJ-3A dan TJ-3B, kemudian pasang premoulded joint filler pada posisi sesuai gambar. Setelah joint filler terpasang dengan baik, pengecoran perkerasan dapat dilaksanakan.
Pengujian tiang pancang merupakan salah satu hal yang harus dilakukan pada suatu pekerjaan pondasi dalam. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan daya dukung tiang terhadap beban yang bekerja dan masih berada dalam toleransi penurunan yang diijinkan.
Berikut penjelasan mengenai metode pengujian tiang pancang menggunakan PIT dan PDA Test :
Pile Integrity Test (PIT)
Pile Integrity Test (PIT) juga dikenal sebagai uji rendah ketegangan dinamis, uji gema sonik, dan uji integritas strain rendah merupakan salah satu metode untuk menilai kondisi poros dan untuk mengetahui keutuhan/integritas luas dan volume pondasi tiang dengan menganalisa kemungkinan adanya retakan atau necking yang terjadi pada tiang Pancang atau Bor.
Pengujian menggunakan satu atau dua accelerometers untuk tiang pondasi, dan menggunakan palu kecil untuk memukulnya. PIT menampilkan kurva yang mengungkapkan perubahan signifikan dalam penampang yang mungkin ada sepanjang tiang.
Pile Driving Analyzer (PDA) test
Pile Driving Analyzer (PDA) test adalah alat yang digunakan untuk mengetahui Kapasitas Daya Dukung (Bearing Capacity). Uji pembebanan dinamik dengan menggunakan PDA test adalah berdasarkan teori persamaan gelombang yang terjadi disepanjang pile akibat dari pembebanan.
Tegangan (Strain) yang terjadi pada dinding pile dan perpindahan relative antara pile dengan elemen tanah akan menghasilkan gelombang reaksi elemen tanah di sekitar pile selama pembebanan.
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.