Detail Dan Jenis Pondasi Bangunan

Detail pondasi bangunan , biasanya sebelum menggambar atau mendesain suatu gambar struktur bangunan kita harus mengenal yang nama nya suatu pondasi. apa itu pondasi? pondasi merupakan salah satu yang terpenting dalam berdirinya suatu bangunan. Pada pondasi lah terdapat kekuatan pada struktur bangunan.

Sebelum melihat contoh detail pondasi lebih dahulu kita mengenal yang nama nya jenis - jenis pondasi, apa - apa saja jenis pondasi itu sebagai berikut:
  1. Pondasi Batu kali merupakan pondasi yang bahan dasarnya terbuat dari susunan dari batu kali yang di susun membentuk suatu kekuatan penahan bangunan yang diteruskan oleh pondasi tersebut kedalam tanah.
  2. Pondasi Batu Bata merupakan pondasi yang bahan dasarnya terbuat dari susunan dari bata yang di susun membentuk suatu kekuatan penahan bangunan yang diteruskan oleh pondasi tersebut kedalam tanah.
  3. Pondasi Telapak Merupakan pondasi yang berbentuk seperti tapak kaki pondasi tapak di gunakan untuk bangunan bertingkat, dimana pada setiap kolom yang dinding akan di gunakan pondasi tapak.
  4. Pondasi Menerus / Pondasi Memanjang merupakan pondasi ini sama pengertiannya dengan pondasi batu kali yang bahan dasarnya tersusun dari batu kali dan pondasi ini di gunakan pada bangunan yang tidak bertingkat . Letak pondasi ini memanjang di sepanjang dinding bangunan tersebut.
Dibawah ini gambar detail pondasi yang bisa anda contoh:
Pondasi Batu kali / Menerus

Pondasi Tapak

Masih ada jenis pondasi yang lainnya yaitu, pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal memiliki ukuran yang tidak dalam bisa mencapai 3 sampai 7 meter sedangkan pondasi dalam merupakan, jenis pondasi yang mencapai ukuran yang lebih dalam dari pondasi dangkal.

Untuk pondasi dalam digunakan pada yang tinggi ,jembatan yang memang membutuhkan kekuatan yang besar untuk menjaga kestabilan struktur bangunan tersebut. Jenis pondasi dalam adalah pondasi tiang pancang dan borpile.

Apa Yang Perlu Dikuasai Seorang Teknik Sipil

Apa-apa saja sih yang dikuasai seorang teknik sipil? Perlu kita ketahui dalam dunia pendidikan khusus nya seorang teknik sipil perlu belajar dari pengalaman - pengalaman seseorang yang sudah bekerja di bidang teknik sipil. Cerita dari mereka yang sudah bertahun - tahun bekerja sebagai seorang engineer berdasarkan dari pengalamannya tentunya sangat membantu para mahasiswa yang sedang kuliah. 

Saat ini kuliah nanti bekerja mau jadi apa? Ini yang sering ada di benak seorang calon engineer yang akan menimbulkan sebuah pikiran untuk melanjutkan masa depan, tentunya semua orang akan ingin mempunyai keinginan atau pun cita-cita sebagai orang yang sukses di masa depannya.

Dan pertanyaan ini bukan hanya mahasiswa yang mengajukannya untuk siswa Sma / Smk yang ingin mempunyai cita-cita mengambil jurusan teknik sipil tentunya mereka berpikir , apa saja yang perlu dikuasai seorang teknik sipil. 

Dalam kesempatan ini ilmu teknik sipil indonesia memberikan sedikit inspirasi bagi yang belum mengetahui yang perlu dikuasai seorang teknik sipil, sebagai seorang teknik sipil harus mempunyai banyak angan dan khayalan. Angan dan khayalan tentunya yang berhubungan dengan teknik sipil. Kenapa demikian ? teknik sipil dituntun untuk merancang yang belum ada menjadi ada, anda tahu pekerjaan di teknik sipil misalnya pembangunan suatu bangunan, bendung, jembatan, maupun jalan raya.

Kalau di lapangan atau daerah lokasi yang masih kosong akan ada rencana pembangunan suatu bangunan apa tindakan seorang sipil , tentunya harus dapat menimbulkan idea - idea baru sehingga idea atau karya yang kita punya bisa di pakai oleh pemilik proyek.


Selain mempunyai idea yang cemerlang seorang teknik sipil juga harus mempunyai keahlian untuk menghitung yang sudah di rencanakan , biasanya arsitektur dan sipil saling berdampingan ketika jumpa di dunia kerja. Untuk perancang adalah arsitek dan untuk struktur bagian dari teknik sipil.

Kalau bicara di bidang umum yang sering di jumpai dan menjadi tanggung jawab seorang teknik sipil adalah bisa membaca gambar atau pun istilah lain memahami cara penggunaan cad, banyak software yang di sediakan untuk lebih mudah mengerjakan pekerjaan teknik sipil. Pemahaman penggunaan autocad , menghitung rencana anggaran biaya (RAB) , serta mengenal atau memahami penggunaan sap ,etaps atau pun yang berhubungan dengan perhitungan perencanaan struktur.

Tergantung pada bidang atau ahlinya dimana , kalau semasa di perkuliahan belajar mengenai teknik sipil , akan mempelajari semua bidang yang berhubungan dengan teknik sipil. Yang paling dibutuhkan untuk penguasaan di teknik sipil adalah praktik di lapangan sangat banyak perbandingan dengan belajar di kampus dengan mempelajari pengetahuan ilmu umumnya.

Inilah sedikit tentang inspirasi membuka baik pola pikir seorang teknik sipil, semoga dengan membaca ini para teknik sipil dapat mengetahui apa yang perlu di kuasai seorang teknik sipil, mungkin para master sipil juga bisa menambahkan inspirasi di situs ini dengan menambahkan kolom komentar yang telah tersedia terima kasih.

Kebutuhan Air Di Petak Sawah (Need Field Requiretment – NFR)

Artikel tentang jaringan irigasi yang dipelajari oleh mahasiswa teknik sipil, untuk kebutuhan air di petak sawah atau pun ( need field requiretment - NFR ). Seiring dengan berjalan mata kuliah tentang jaringan irigasi yang membahas tentang kebutuhan air di petak sawah , mahasiswa juga di tuntun untuk mengerjakan perencanaan irigasi / keairan teknik sipil.

Beberapa yang harus kita ketahui untuk mengetahui kebutuhan air di petak sawah sebagai berikut:

A. Evapotranspirasi dengan rumus modifikasi Penman.
Peristiwa berubahnya air menjadi uap dan bergerak dari permukaan tanah dan permukaan air ke udara disebut evaporasi (penguapan). Transpirasi adalah proses dimana tanaman menghisap air dari dalam tanah dan menguapkannya ke udara sebagai uap.

Peristiwa yang terjadi secara bersama-sama antara transpirasi dan evaporasi disebut evapotranspirasi.Faktor-faktor yang mempengaruhi evapotranspirasi adalah suhu air, suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, tekanan udara, sinar matahari dan lain-lain yang saling berhubungan satu sama lain. Besarnya evaporasi yang terjadi pada tanaman dihitung berdasarkan metode Penmann yang telah dimodifikasi.

Besarnya evaporasi yang terjadi pada tanaman dihitung berdasarkan metode Penmann yang telah dimodifikasi. Dalam hal ini dipakai cara FAO yang dalam perumusannya adalah sebagai berikut:
Eto = c. [W. Rn + (1-W). f (u). (ea-ed)]
Dimana :
  • Eto = Evapotranspirasi acuan (mm/hari)
  • c = Faktor koreksi terhadap perbedaan cuaca antara siang dan malam
  • W = Faktor koreksi temperatur terhadap radiasi
  • f(u) = Faktor pengaruh kecepatan angin (km/hari)
  • Rn = Radiasi netto (mm/hari)
  • ea = Tekanan uap jenuh (mbar)
  • ed = Tekanan uap nyata (mbar) 
  • (ea – ed) = Perbedaan antara tekanan uap jenuh pada temperatur rata-rata udara dengan tekanan rata-rata air di udara yang sebenarnya
  • ed = RH x ea = Tekanan uap nyata (mbar), dimana RH = Kelembaban relatif (%) 
  • f(u) = 0,27(1 +u/100) = Fungsi kecepatan angin, dimana u = Kecepatan angin (km/jam) (Nilai fungsi angin f(u) = 0,27( 1+u/100) untuk kecepatan angin pada tinggi 2m).
  • 1 -w = Faktor pembobot, dimana w Faktor pemberat Rs = (0,25 + 0,5 . n/N).
  • Ra = Radiasi gelombang pendek, dimana Ra = Radiasi Extra Teresterial(mm/hari)
  • n/N = Rasio Lama penyinaran 
  • N = Lama penyinaran rnaksimum 
  • Rns = Rs . (1-α) = Radiasi netto gelombang pendek, dimana α = 0,25 
  • f(T’) = σ . T4 = Fungsi Temperatur 
  • f(ed) = 0,33- 0,044 . (ed)0,5 = Fungsi tekanan uap nyata 
  • f(n/N) = 0,1 + 0,9 . n/N = Fungsi rasio lama penyinaran 
  • Rnl = f(T’) . f(ed) . f(n/N) = Radiasi netto gelombang panjang 
  • Rn = Rns - Rnl = Radiasi netto

B. Kebutuhan air untuk Irigasi
Kebutuhan air irigasi ditetapkan dengan mempertimbangkan beberapa aspek terkait dalam budidaya padi dan palawija. Sesuai dengan pola tanam yang akan diterapkan di wilayah pekerjaan maka kebutuhan air irigasi dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

Untuk padi (WRD)
NFR = Ect + P – Re + WLR
dimana :
NFR = kebutuhan air irigasi disawah, mm/hari
Etc = penggunaan konsumtif, mm/hari
P = kehilangan air akibat perkolasi, mm/hari
Re = curah hujan efektif, mm/hari
WLR = penggantian lapisan air, mm/hari

Untuk palawija (WRD)
Kebutuhan air irigasi untuk palawija (WRP) ditetapkan dengan persamaan :
WRP (IR) palawija = (Etc – Re)/e
dimana :
e = efisien irigasi secara keseluruhan

C. Ketersediaan Air
Metode Neraca Air (Water Balance) Perhitungan ketersediaan air (dependable flow) dengan metode neraca air dikembangkan oleh Dr. F.J. Mock (1973). Dr. F.J. Mock memperkenalkan model sederhana simulasi keseimbangan air bulanan untuk aliran yang meliputi data hujan, evaporasi dan karakteristik hidrologi daerah pengaliran.

D. Penentuan alternatif kebutuhan air
Perhitungan kebutuhan air untuk setiap aliternatif disusun dalam bentuk tabel seperti disajikan dalam bentuk tabel dengan mempertimbangkan ketersediaan debit andalan dalam setiap bulannya.

E. Neraca Air  ( water balance )
Neraca Air Neraca air di daerah pengembangan pengairan ditinjau secara menyeluruh, meliputi sumber-sumber daerah pengembangan (in flow) dan air yang keluar dari daerah pengembangan (out flow).

Sumber-sumber air masuk (in flow).
A. Ada 4 (empat) sumber air yang masuk daerah pengembangan yang dapat di identifikasikan yaitu, air buangan atau drainase, daerah drainase diatasnya, aliran sungai yang melalui daerah pengembangan dan suplai irigasi untuk daerah pengembangan.

B. Air keluar daerah pengembangan (out flow) ada 2 (dua) proses, pembuangan air keluar daerah pengembangan dan pembuangan air ke laut melalui drainase-drainase alam yang ada.

Inilah sedikit artikel tentang kebutuhan air di petak sawah ( need field requiretment -NFR ). Mudah-mudahan artikel bermanfaat salam sipil indonesia. Masih banyak artikel di ilmu teknik sipil indonesia yang belum di paparkan nantikan artikel berikutnya dan baca artikel ilmu teknik sipil yang lainya.