3 jenis struktur baja yang sering digunakan sebagai struktur bangunan

Ada 3 jenis struktur baja yang sering digunakan sebagai struktur bangunan , sebagai mahasiswa teknik sipil , materi tentang struktur baja akan di jumpai dengan mempelajari bagian - bagian dari struktur baja , dan apa yang perlu kita ketahui untuk memahami struktur - struktur baja pada bangunan, ilmu teknik sipil indonesia akan menjelaskan 3 jenis struktur baja yang memang sering di gunakan atau pun di terapkan sebagai struktur bangunan. Adapun jenis struktur tersebut adalah sebagai berikut:

Struktur Rangka ( framed structure )
Kebanyakan konstruksi bangunan tipikal termasuk dalam kategori ini. Bangunan berlantai banyak biasanya terdiri dari balok dan kolom, baik yang terhubungkan secara rigid atau hanya terhubung sederhana dengan penopang diagonal untuk menjaga stabilitas. Meskipun suatu bangunan berlantai banyak bersifat tiga dimensional, namun biasanya bangunan tersebut didesain sedemikian rupa sehingga lebih kaku pada salah satu arah ketimbang arah lainnya.

Dengan demikian, bangunan tersebut dapat diperlakukan sebagai serangkaian rangka (frame) bidang. Meskipun demikian, bila perangkaan sedemikian rupa sehingga perilaku batang – batangnya pada salah satu bidang cukup mempengaruhi perilaku pada bidang lainnya, rangka tersebut harus diperlakukan sebagai rangka ruang tiga dimensi.

Bangunan – bangunan industrial dan bangunan – bangunan sau lantai tertentu, seperti gereja, sekolah, dan gelanggang, pada umumnya menggunakan struktur rangka baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian saja. Khususnya sistem atap yang mungkin terdiri dari serangkaian kerangka datar, kerangka ruang, sebuah kubah atau mungkin pula bagian dari suatu rangka datar atau rangka kaku satu lantai dengan pelana.Jembatan pun kebanyakan merupakan struktur rangka, seperti balok dan gelagar pelat atau kerangka yang biasanya menerus.


Struktur Tipe Cangkang (shell type structure)
Dalam tipe struktur ini, selain melayani fungi bangunan, kubah juga bertindak sebagai penahan beban. Salah satu tipe yang umum dimana tegangan utamanya berupa tarikan adalah bejana yang digunakan untuk menyimpan cairan (baik untuk temperatur tinggi maupun rendah), diantaranya yang paling terkenal adalah tanki air.

Bejana penyimpanan, tanki dan badan kapal merupakan contoh – contoh lainnya. Pada banyak struktur dengan tipe cangkang, dapat digunakan pula suatu struktur rangka yang dikombinasikan dengan cangkang.Pada dinding – dinding dan atap datar, sementara berfungsi bersama dengan sebuah kerangka kerja, elemen – elemen “kulit”nya dapat bersifat tekan. Contoh pada badan pesawat terbang.Struktur tipe cangkang biasanya didesain oleh seorang spesialis.

Struktur Tipe Suspensi
Pada struktur dengan tipe suspensi, kabel tarik merupakan elemen – elemen utama. Biasanya subsistem dari struktur ini terdiri dari struktur kerangka, seperti misalnya rangka pengaku pada jembatan gantung. Karena elemen tarik ini terbukti paling efisien dalam menahan beban, struktur dengan konsep ini semakin banyak dipergunakan.Telah dibangun pula banyak struktur khusus dengan berbagai kombinasi dari tipe rangka, cangkang, dan suspensi. Meskipun demikian, seorang desainer spesialis dalam tipe struktur cangkang ini pun pada dasarnya harus juga memahami desain dan perilaku struktur rangka.

Inilah sedikit penjelasan tentang jenis struktur yang sering kita gunakan nantinya sebagai struktur bangunan, mudah - mudahan artikel ini bermanfaat bagi mahasiswa teknik sipil indonesia. dan menjadi bahan untuk bekal jumpa di dunia pekerjaan teknik sipil. Salam sukses sipil Indonesia.

Perencanaan Struktur Baja Teknik Sipil

Perencanaan Struktur Baja Teknik Sipil, sebelum masuk ke materi untuk perencanaan struktur baja, ada baiknya kita mengetahui lebih dahulu apa pengertian dari perencanaan struktur. Perencanaan struktur merupakan perpaduan karya dan ilmu, yang menggabungkan intuitif seorang insinyur yang memang berpengalaman dalam kelakuan struktur dengan berbagai pengetahuan yang terkait mendalam tentang statika, dinamika mekanika, bahan dan analisa struktur untuk mendapatkan struktur yang ekonomis dan aman serta sesuai dengan tujuan yang direncanakan.

Pada umumnya perencanaan struktur merupakan suatu karya seni yang dalam menentukan ukuran serta letak elemen-elemen struktur. Pada zaman dahulu manusia membuat struktur sesuai dan selaras dengan alam sekitarnya. seperti balok dan pelengkung. Maka dengan pemahaman struktur - struktur lebih memahami prinsip kelakuan sifat dan bahan, makan prosedur perencanaan menjadi lebih akurat.


Perhitungan yang menggunakan prinsip-prinsip ilmiah harus menjadi pegangan dalam mengambil keputusan dan tidak diikuti begitu saja. Seni atau kemampuan intuitif seorang insinyur berpengalaman dimanfaatkan untuk mengambil keputusan berdasarkan hasil perhitungan.

Prinsip-prinsip Perencanaan Perencanaan adalah suatu proses untuk menghasilkan penyelesaian optimum. Dalam suatu perencanaan, harus ditetapkan kriteria untuk menilai tercapai atau tidaknya penyelesaian optimum. Kriteria yang umum untuk perencanaan struktur bisa berupa:

a). Biaya minimum.
b). Berat minimum.
c). Waktu konstruksi yang minimum.
d). Tenaga kerja minimum.
e). Biaya produksi minimum bagi si pemilik gedung.
f). Effisiensi operasi maksimum bagi si pemilik.

Biasanya ada beberapa kriteria yang terlibat, yang masing-masing harus dibanding- kan. Dengan melihat kriteria di atas, jelaslah bahwa penetapan kriteria yang bisa diukur (seperti berat dan biaya) untuk mencapai perencanaan optimum seringkali sukar, dan kadang- kadang tidak mungkin. Dalam praktek umumnya penilaian harus kualitatif.

Jika kriteria obyektif tertentu dapat dinyatakan secara matematis, maka teknik optimisasi bisa diterapkan untuk mendapatkan fungsi obyektif maksimum atau minimum. Kriteria berat minimum ditekankan pada seluruh pembahasan, dengan anggapan umum bahwa bahan yang minimum menghasilkan biaya minimum.