Dasar Perhitungan Kolom

Dibawah ini merupakan dasar - dasar  yang pelu diketahui mahasiswa teknik sipil, seperti dasar perhitungan kolom bangunan gedung. apa itu kolom? Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).

Dasar perhitungan Kolom
  • Kolom harus direncanakan untuk memikul beban aksial terfaktor yang bekerja pada semua lantai atau atap dan momen maksimum yang berasal dari beban terfaktor pada satu bentang terdekat dari lantai atau atap yang ditinjau. Kombinasi pembebanan yang menghasilkan rasio maksimum dari momen terhadap beban aksial juga harus diperhitungkan.
  • Pada konstruksi rangka atau struktur menerus pengaruh dari adanya beban tak seimbang pada lantai atau atap terhadap kolom luar atau dalam harus diperhitungkan. Demikian pula pengaruh dari beban eksentris karena sebab lainnya juga harus diperhitungkan.
  • Dalam menghitung momen akibat beban gravitasi yang bekerja pada kolom, ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap jepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.
  • Momen-momen yang bekerja pada setiap level di atasdan di bawah lantai tersebut berdasarkan kekakuan relative kolom dengan juga memperhatikan kondisi kekekangan pada ujung kolom.
Pekerjaan Kolom
  • Pekerjaan lantai kerja dan beton decking. Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar dan spesifikasi. Digunakan beton decking untuk menjaga posisi tulangan dan memberikan selimut beton yang cukup.
  • Pekerjaan pembesian. Pabrikasi pembesian dilakukan di tempat pabrikasi, setelah lantai kerja siap maka besi tulangan yang telah terpabrikasi siap dipasang dan dirangkai di lokasi. Pembesian pile cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian sloof. Panjang penjangkaran dipasang 30 x diameter tulangan utama.
  • Pekerjaan bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.
  • Pekerjaan control kualitas.
  • Pekerjaan pengecoran. Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan Concrete Pump Truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan Bonding Agent.
  • Pekerjaan curing. Curing dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah. Jadi, untuk kolom pada bangunan berlantai 2 atau lebih, dibutuhkan kolom yang kuat dan kokoh sebagai dasar penopang beban yang besar dari atas, kolom yang baik untuk bangunan ini adalah dengan ukuran 30/40 atau 40/40 keatas. Ukuran kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan pada beban bangunan.
Inilah sedikit artikel mengenai kolom , semoga bermanfaat bagi mahasiswa teknik sipil indonesia, 

Metodologi Kerja Praktek Teknik Sipil

Kebutuhan untuk membentuk Mahasiswa yang utuh dan siap pakai berujung pada dilakukannya pengamatan terhadap dunia kerja nyata dalam bidang yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan Mahasiswa.

Dalam bangku perkuliahan, mahasiswa hanya dibekali teori-teori ilmu Teknik Sipil dan melihat gambaran umum saja tanpa melihat aplikasinya dilapangan. Pada dunia kerja nyata inilah banyak permasalahan-permasalahan yang muncul dan sudah tentu merupakan suatu ilmu baru yang tidak dapat selama bangku perkuliahan.


Untuk lebih mengetahui keadaan di lapangan, Mahasiswa perlu diberi kesempatan untuk mengamati dan mempelajari secara visual proses konstruksi di lapangan. 

Adapun metodologi yang digunakan dalam kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
  • Melakukan observasi dilapangan secara langsung agar dapat melihat secara lebih baik dan memahami permasalahan apa saja yang mungkin ditemui dalam satu proyek.
  • Melakukan interaksi langsung dengan orang-orang yang terlibat dalam proyek seperti site manager, quality control, office manager, drafter, surveyor, general superintendent, dan beberapa pekerja untuk mengetahui gambaran pekerjaan proyek yang sedang dilaksanakan dan menjadi modal utama sebelum melakukan observasi secara langsung.
  • Melakukan studi pustaka dengan bersumber dari buku-buku/literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi dilapangan.
  • Melaporkan hasil pengamatan dan ilmu yang telah didapat selama kerja praktek dalam bentuk laporan.
Maksud dan Tujuan Kerja Praktek 
Maksud dari program Kerja Praktek ini adalah agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata secara visual dari pelaksanaan konstruksi di lapangan serta membandingkan antara ilmu praktis lapangan dengan ilmu akademis selama perkuliahan. Adapun tujuan dari Kerja Praktek ini adalah :
  • Memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengamati proses konstruksi yang sedang berjalan.
  • Mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan pemasangan bekisting kolom di lapangan.
  • Memperoleh informasi, data, dan segala komponen dari proses konstruksi yang sedang dijalankan.
  • Mendapatkan gambaran tentang dunia konstruksi yang sesungguhnya.
  • Mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan di lapangan