Contoh Denah Rumah Tipe 150

Contoh denah rumah tipe 150, ini contoh sebagai referensi untuk menggambar denah rumah , ataupun sebagai latihan untuk menggambar rumah dengan menggunakan autocad, rumah dibawah ini tipe denah rumah tipe 150 , dua lantai. 

Mungkin anda butuh contoh - contoh gambar denah rumah berbagai tipe, dan salah satunya disini sebagai contoh tipe 150 bertingkat. Setiap rumah mempunyai tipe, untuk mendesain sebuah bangunan rumah perlu memimikirkan lebih dahulu  tipe berapa rumah yang saya bangun, sehingga pada saat menggambar denah rumah nya tidak menjadi kesulitan nantinya , alias gampang menetapkan letak-letak isi dalam rumah tersebut.

Dibawah ini contoh denah rumah tipe 150 yang bisa anda download gambarnya sehingga bisa berlatih dirumah, dimana yang di share adalah denah lantai I , Denah lantai II, Tampak depan, Tampak belakang, Dan tampak atas.


Contoh denah gambar rumah diatas biasa anda download dibawah ini, sebagai latihan bisa jadi pintar dan lancar gambar autocad pasti yang kita inginkan , bagi yang mau dwonload bisa langsung saja.
  1. Downlaod Denah Lantai I
  2. Download Denah Lantai II
  3. Downlaod Tampak Depan
  4. Downlaod Tampak Sampaing
  5. Downlaod Tampak Atas
Ok baik teman - teman mudah - mudahan bermanfaat , jangan lupa berlatih, dengan latihan bisa jadi lancar, yang bisa didownload saat ini masih dikit, tunggu postingan selanjutya dan file download gambar - gambar rumah autocad di ilmu teknik sipil indonesia.

Contoh Pekerjaan Tiang Pancang

Contoh pekerjaan tiang pancang beberapa metode pekerjaan tiang pancang dibawah ini merupakan sebuah pekerjaan yang bisa terjadi di lapangan pada saat melaksanakan pekerjaan proyek yakni pekerjaan tiang pancang. sebagai panduan kerja praktek teknik sipil, meninjau pekerjaan tentang tiang pancang ini salah satu  pekerjaan yang dilakukan , sebelum terjun kelapangan bisa membaca artikel di bawah ini.

Pemotongan kepala tiang pancang ini bertujuan untuk mendapatkan batas elevasi permukaaan tiang pancang yang telah ditentukan. Langkah – langkah dalam pemotongan kepala tiang pancang adalah sebagai berikut :
  • Kepala tiang pancang diikat dengan tali terhadap crawler crane.
  • Kemudian batas kepala tiang pancang yang akan dilakukan pemotongan ditandai dengan alat gerindah.
  • Dasar kepala tiang pancang dipukul hingga remuk dengan menggunakan palu dan pahat, dimana sebelumnya ditentukan terlebih dahulu elevasi bottom footing. 
  • Setelah tampak baja tulangan, digunakan las untuk memotong baja tulangan tiang pancang. 
  • Setelah itu, sebuah crawler crane bersiap untuk mengangkat dan memobilisasi hasil pemotongan kepala tiang pancang.
Penandaan atas potongan
Pemukulan Kepala Tiang Pancang
Penghamparan Pasir Urug
Lantai Kerja

Pekerjaan Lantai Kerja (Lean Concrete) Setelah pemotongan kepala tiang pancang, tanah dasar galian yang lembut diperkuat sekaligus diratakan dengan lantai kerja setebal ±5 cm yang dicor dengan beton ready mix. Uraian pekerjaannya adalah sebagai berikut :
  1. Memasang batas pada bagian tepi – tepi galian. Selama pemasangan harus selalu diikuti survey yang telah dilakukan sebelumnya.
  2. Kemudian tanah dasar dibersihkan dari benda – benda asing dan dilakukan dewatering dengan menggunakan pompa air apabila terdapat genagan air.
  3. Kemudian dilakukan pemadatan pada tanah dasar dengan menggunakan alat stamper.
  4. Setelah itu, dihamparkan pasir urug setebal ±10 cm pada tanah dasar galian sebagai dasar lantai kerja supaya penyebaran distribusi beban ke tanah dasar merata.
  5. Ketika sebuah truk mixer telah tiba, beton yang telah disiapkan kemudian dimobilisasikan ke lantai kerja yang akan dibentuk.
  6. Kemudian, sejumlah tukang akan menghamparkan dan menghaluskan beton dengan alat bantu ke lantai kerja hingga merata sesuai tebal rencana.
  7. Setelah selesai, dilakukan curing dengan penyemprotan air dan menutup coran beton dengan terpal basah selama beberapa hari.
Dalam mendukung kegiatan konstruksi, penggunaan teknologi yang tepat akan sangat berperan. Selain itu, metode kerja yang efisien dan efektif serta disesuaikan dengan kondisi lapangan akan membantu penyelesaian proyek konstruksi. Setelah ditentukan metode yang tepat, pelaksaan pekerjaan di lapangan mengacu pada Rencana Kerja dan Syarat (RKS) / dokumen kontrak, Gambar Kerja (shop drawing), petunjuk dari pengawas lapangan, jadwal kerja yang telah ditetapkan, dan peraturan - peraturan yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan.