K3 – Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Konstruksi

K3 - Kesehatan dan keselamatan kerja konstruksi, apa pengertian k3 ( kesehatan dan keselamatan kerja ) yaitu merupakan suatu bidang yang berkaitan dengan kesehatan , keselamatan dan kesejahteraan setiap orang yang bekerja pada suatu proyek ataupun lokasi pekerjaan. 

Pada pekerjaan konstruksi k3 sangat lah penting, kenapa demikian karena pekerjaan konstruksi merupakan salah satu pekerjaan yang sangat berbahaya di seluruh dunia, karena pada jika terjadi kelalain pada pekerjaan konstruksi bisa menghasilkan kematian yang tidak di inginkan setiap pekerja.

Tujuan k3 - kesehatan dan keselamatan kerja

  1. Melindungi kesehatan, keamanan, keselamatan kerja
  2. Meningkatkan efesiensi kerja
  3. Mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu kondisi dalam pekerjaan yang aman dan sehat termasuk pada perusahaan yang menyediakan pekerjaan , baik untuk pekerja, bahkan untuk masyarakat sekitar lokasi pekerjaan. 


Dalam pengertian lain kesehatan dan keselamatan kerja juga merupakan suatu tindakan yang dimana berkeinginan mencegah setiap perilaku kondisi yang tidak aman atau selamat, yang dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal.


Pada konstruksi bangunan terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja saat pekerjaan konstruksi di laksanaakan misalnya, pekerja sangat berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan konstruksi , pekerja harus mengetahui yang namanya k3 , dan jika pekerja masih sedikit mengetahui tentang pengetahuan keselamatan perlu adanya pelatihan khusus bagi pekerja tersebut.

Undang - undang yang berkaitan dengan k3

Pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi yang melibatkan berbagai unsur keilmuan diantaranya , sumberdaya manusia ( tenaga kerja ) teknologi yang mendukung peralatan dengan metode kerja, kedisiplinan ilmu sosial yang mendukung terlaksananya pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Dasar pelaksanaan k3 - keselamatan dan kesehatan kerja di jasa konstruksi antara lain:
  • Undang - Undang No. 18 Tahun 1999 Tentang jasa konstruksi
  • Undang - Undang NO. 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan kerja
  • Peraturan pemerintah No.29/2000 Pasal 30 ayat (1) 
  • Pedoman teknis k3 konstruksi bangunan dalam keputusan Menteri Tenaga Kerja No.1 Tahun 1980 dan pedoman pelaksanaan k3 pada tempat kegiatan konstruksi dalam SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum No. 174/MEN/1986 dan 104/KPTS/1986.
Kesehatan dan keselamatan kerja konstrusi dalam pelaksanaannya harus benar - benar di penuhi karena walaupun demikian tingkat kecelakaan kerja masih dalam keadaan tinggi, maka dari itu k3 - keehatan dan keselamatan kerja perlu di tingkatkan.

Gambar Detail Pondasi Autocad

Gambar detail pondasi autocad, beberapa contoh gambar detail pondasi bisa diperhatikan dibawah ini, gambar kerja detail - detail pondasi bangunan rumah, pada saat merencanakan bangunan rumah , bagi bangunan rumah minimalis maupun bangunan rumah yang mewah , bertingkat dan bangunan - bangunan gedung konstruksi lainya, tidak dapat berdiri tanpa adanya suatu pondasi pada bangunan tersebut.

Setiap para engineer yang sedang merencanakan gambar bangunan tentu bangunan tersebut akan direncanakan bentuk ataupun jenis pondasi apa yang akan digunakan pada bangunan tersebut. untuk mengenal jenis - jenis pondasi dan fungsinya silahkan pelajari disini.

Ini salah satu contoh gambar sebuah pondasi yang dapat digunakan pada bangunan rumah bertingkat , sebelum nya apa itu teknik pondasi? Teknik Pondasi merupakan salah satu tekniks untuk mendapatkan jenis dan dimensi pondasi bangunan yang efisien , sehingga dapat menyangga beban yang bekerja dengan baik.

Jenis Pondasi

Pondasi dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:
  1. Pondasi dangkal
  2. Pondasi dalam
  3. Kombinasi Pondasi Pelat dan tiang pancang.
Pondasi yang didesain harus memilik kapasitas dukung dengan penurunan / settement tertentu oleh para perancang atau para insinyur. Ketika berbicara penurunan yang diperhitungkan biasanya penurunan total atau keseluruhan bagian pondasi turun bersama - sama dengan penurunan difrensial ( sebagian pondasi saja yang turun atau miring ) inilah yang dapat menimbulkan masalah pada struktu yang didukungnya.

Untuk contoh gambar detail pondasi berikut:



Daya dukung pondasi merupakan kombinasi dari kekuatan gesekan tanah terhadap pondasi( tergantung pada jenis tanah, massa jenisnya, nilai kohesi adhesinya, kedalamannya, dsb), kekuatan tanah dimana ujung pondasi itu berdiri, dan juga pada bahan pondasi itu sendiri. Dalamnya tanah serta perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya amatlah sulit dipastikan, oleh karena itu para ahli geoteknik membatasi beban yang bekerja hanya boleh, biasanya, sepertiga dari kekuatan desainnya.