Inilah Contoh Kejadian Kecelakaan Alat Berat

Banyak kejadian - kejadian yang tidak terduga saat menggunakan alat berat sampai - sampai bisa menjadi salah satu kecelakaan yang membahayakan nyawa pengemudi dan orang - orang yang ada di sekitar alat berat tersebut.

Sangat disarankan dalam menggunakan alat berat lebih mengutamakan keselamatan kerja, dunia proyek konstruksi atau pun pekerjaan yang menggunakan alat berat harus mengenal yang namanya keselamatan kerja guna menghindari kejadian - kejadian yang tidak di inginkan bahkan bisa merenggut nyawa pekerja dalam proyek tersebut.

Bagaimana kecelakaan alat berat bisa terjadi pada suatu pekerjaan, banyak hal yang bisa memungkinkan terjadinya kecelakaan alat berat, ini bisa saja karena kelalaian pengemudi alat berat yang kurang memperhatikan langkah kinerja alat berat yang digunakan nya, bisa juga berupa kecelakaan alat berat bisa terjadi akibat tidak adanya peninjauan lokasi bergerak nya alat berat seperti halnya ini bisa terjadi pada keadaan tanah yang lunak, bagaimana mungkin alat berat bisa melewati salah satu jalur yang mendapati jenis tanah seperti ini, masih banyak lagi kecelakaan alat berat yang bisa terjadi pada pekerjaan di lapangan.

Baca : Contoh alat berat teknik sipil

Yang penting dalam alat berat adalah keselamatan dan keselamatan , dan mengantisipasi semua hal - hal yang tidak di inginkan , dalam hal ini orang mengontrol pada saat proses jalannya alat berat sangat dibutuhkan demi keselamatan dan kelancaran kerja.

Dibawah ini adalah contoh kejadian - kejadian kecelakaan alat berat pada saat di lapangan.

Kecelakaan alat berat

Kecelakaan alat berat yang satu ini berada pada tanah yang lunak sehingga tanah tidak mampu menahan beban alat berat, terlihat pada gambar diatas badan pada alat berat berada didalam tanah.

Kecelakaan alat berat

Alat berat terbalik dan menimpa mobil sedan yang berada di sekitar alat berat, ini mungkin bisa terjadi ketika beban yang di angkat alat berat ini terlalu besar sehingga beban pada dasar tidak dapat menahan beban yang dipikulnya.

Kecelakaan alat berat

Peristiwa alat berat ini sama halnya dengan alat berat yang diatas , beban yang di angkat alat berat tersebut lebih berat di banding bahan yang diangkat ditambah juga kemungkinan tidak adanya keseimbangan saat mengangkat beban. Baca : Alat berat kelas dunia

Kecelakaan alat berat

Waduh alat berat yang ini jatuh tak beraturan saat melalui jembatan kayu, ini bisa saja terjadi ketika jembatan tidak tahan memikul beban diatasnya, ataupun beban alat berat sudah melebihi kapasitas yang dimiliki jembatan tersebut.

Kecelakaan alat berat

Alat berat ini juga mengalami hal yang sama, beban yang di angkat terlalu besar dan ketinggian sehingga tidak memiliki keseimbangan saat memindahkan beban yang di angkat.

Baca : Contoh alat berat bulldozer

Inilah kejadian - kejadian kecelakaan alat berat yang mungkin bisa terjadi di lapangan , himbauan agar lebih berhati - hati saat menggunakan alat berat kalau tidak bisa berakibat fatal merugikan diri diri sendiri bahkan orang atau apapun yang berada di sekitar terjadinya kecelakaan alat berat.

Langkah Kerja Pengukuran BTM

Dalam melakukan pengukuran BTM di lapangan terlebih dahulu dilakukan adalah peninjaun lokasi agar dapat menempatkan alat dengan baik, sehingga titik yang akan dibidik dapat diperoleh sebanyak mungkin. Tinjau lokasi adalah hal yang penting dilakukan ini sangat membantu para pengukur saat pengukuran dilaksanakan.

Menempatkan Ukur 
Dalam penempatan alat ukur juga penting dalam masalah pengukuran , alat ukur diletakkan pada titik yang telah ditentukan misalnya mulai dari titik a, kemudian alat ukur di setting dengan baik. cara mengatur alat ukur supaya memenuhi syarat yaitu:
  • Garis nivo tegak lurus sumbu ke satu
  • Sumbu kedua harus mendatar
  • Garis bidik teropong  tegak lurus sumbu kedua
  • Kesalahan indeks lingkaran tegak lurus = 0

Baca : Cara Mengatur dan Memeriksa Alat Theodolit
Memulai Pembidikan
Setelah selesai penyetelan maka pembidikan dapat dimulai kearah utara dengan mempergunakan kompas sebagai petunjuk arah ke utara, jika titik A searah dengan utara maka azimuth titik satu dan selanjutnya dibaca BA, BT dan BB, untuk mendapatkan jarak tersebut dari hasil pengukuran di lapangan.

Memulai Membaca
Teropong diputar searah jarum jam untuk mendapatkan detail titik A yaitu titik ke dua lalu membaca benang atas, benang tengah dan benang bawah dan azymuth (A2) dan keterangan pada titik tersebut.

Dengan cara yang sama  teropong diputar searah jarum jam untuk pengambilan detail titik A sampai titik yang telah ditentukan. 

Untuk pengukuran selanjutnya cukup melakukan hal yang serupa dengan langkah kerja pada pengukuran saat pertama, inilah langkah kerja pengukuran BTM dengan baik semoga bermanfaat.

Membadingkan Poligon Theodolit dan Poligon BTM

Maksud pembuatan poligon adalah untuk menentukan tempat titik - titik baik dengan koordinatnya yang harus dihitung, maupun dengan jalan penggambaran. Terdapat perbedaan antara pengukuran theodolit dengan BTM.

Pengukuran Poligon Dengan Theodolit

  1. Poligon harus dimulai dan di akhiri pada titik yang tentu. karena titik awal yang tentu digunakan untuk mencari koordinat titik - titik berikutnya, sedangkan titik akhir dengan titik awal digunakan untuk penelitian poligon.
  2. Pada poligon yang diukur dengan theodolit diperlukan pula jurusan yang tentu pada titik awal titik poligon yang akan digunakan untuk menentukan sudut - sudut jurusan semua sisi poligon. Pada titik akhir diperlukan pula jurusan tertentu yang bersama dengan jurusan tertentu pada titik awal poligon akan digunakan untuk meneliti jurusan - jurusan dengan sudut - sudut yang diukur.
  3. Yang diukur pada poligon dengan mempergunakan theodolit adalah semua sudut yang ada pada titik poligon antara kedua sisi poligon yang bertemu di titik - titik tersebut dengan jarak antara titik - titik poligon.
Baca : Prosedur Percobaan Theodolit


Pengukuran Poligon Dengan BTM
  1. Poligon harus dimulai dengan titik yang tentu guna menentukan koordinat - koordinat titik poligon lainnya.
  2. Mendahului teori poligon yang dibuat dengan BTM, poligon harus pula diakhiri pada titik tertentu guna meneliti seluruh poligon yang diukur.
  3. Yang diukur pada poligon dengan BTM adalah azymuth magnetis dari pada sisi - sisi poligon, karena pembacaan skala lingkaran mendatar dilakukan dengan ujung utara jarum magnit.
Baca : Cara Mengatur dan Memeriksa Alat Theodolit

Perbedaan Pengukuran Poligon Theodolit Dengan BTM
  1. Kedua poligon harus dimulai dan  diakhiri pada titik yang tentu. Pada poligon yang diukur theodolit diperlukan dua jurusan yang telah tentu pada titik -titik ujungnya, supaya dapat digunakan untuk menghitung semua sudut jurusan sisi - sisi poligon. Pada poligon yang dikur dengan BTM kedua jurusan yang tentu itu tidak diperlukan lagi, karena dengan BTM dapat dengan langsung diukur azymuth sisi - sisi poligon.
  2. Pada poligon yang diukur dengan theodolit haruslah semua titik poligon ditempati oleh theodolit untuk mengukur semua sudut poligon yang akan diperlukan untuk mencari sudut jurusan semua sisi poligon , karena terbukti bahwa dengan pengukuran yang dilakukan pada suatu titik dapat ditentukan tempat titik berikutnya. Pada poligon yang diukur dengan BTM tidak perlu semua titik poligon ditempati BTM, karena dengan BTM diukur langsung dengan azymuth maka dengan pengukuran di suatu titik poligon dapat ditentukan tempat titik - titik itu sendiri dan tempat titik berikutnya, sehingga BTM selalu akan meloncat satu titik untuk ditempatinya.
  3. Umumnya jarak -jarak pada poligon yang diukur dengan theodolit langsung diukur dengan pita ukur jarak dari baja atau dengan pengukur jarak yang diperlengkapkan dengan theodolit, sedang jarak - jarak pada poligon yang di ukur dengan BTM ditentukan dengan pengukuran jarak optis. 
Baca : Pengertian Sudut Azimuth Jurusan Koordinat Poligon

Membandingkan poligon theodolit dan poligon BTM inilah artikel yang berkaitan dengan ilmu ukur tanah dengan menggunakan alat theodolit, terima kasih telah membaca artikel teknik sipil semoga bermanfaat.